Ingat tidak, obrolan seru kita bareng Bapak Bagong di Elingo Jogja hari Jumat, 27 Februari 2026 kemarin? Jujur saja, sampai hari ini rasanya suara raksasa yang menggelegar dan cicit burung yang lucu hasil latihan sore itu masih terngiang-ngiang di telinga!
Nah, buat kamu yang kemarin ikut seru-seruan di Jl. Cilikan, Umbulmartani, ada kabar baik nih. Kita baru saja mengadakan kegiatan lanjutan yang nggak kalah pecah dari workshop utamanya!
Bukan Cuma Jago Teori, Tapi Langsung “Gaspol”!
Kalau kemarin kita lebih banyak menyimak tips dan trik dari Bapak Bagong—mulai dari cara olah napas sampai teknik bikin muka jadi ekspresif—kali ini panggungnya benar-benar kita kasih ke para peserta.
Bayangkan saja, area Elingo Jogja yang asri di Sleman itu mendadak jadi teater terbuka. Nggak ada lagi rasa malu atau kaku. Semuanya tumpah ruah mempraktikkan ilmu “sihir” suara yang sudah didapat. Ada yang pakai properti daster buat jadi nenek-nenek, ada yang pakai sapu lidi jadi tongkat sihir, pokoknya kreatif abis!
Kejutan dari Penonton Cilik
Yang bikin suasana makin hidup, ada beberapa adik-adik dari sekitaran Desa Kregan yang ikut nimbrung jadi penonton. Ini dia ujian aslinya! Ternyata, mempraktikkan ilmu Bapak Bagong di depan anak-anak itu gampang-gampang susah, ya?
Tapi hebatnya, para alumni workshop ini sudah mulai jago:
-
Nggak “Garing”: Cerita yang dibawakan jadi lebih hidup karena peserta sudah berani mainin intonasi suara.
-
Mata ke Mata: Sesuai pesan Bapak Bagong, kontak mata itu kunci. Anak-anak jadi merasa diajak ngobrol, bukan cuma didongengi.
-
Tawa yang Pecah: Saat ada peserta yang mencoba suara bebek tapi malah jadi suara kodok, di situlah keseruannya! Semua tertawa, tapi tetap saling menyemangati.
Kenapa Sih Kita Harus Tetap Mendongeng?
Mungkin ada yang tanya, “Zaman sekarang kan sudah ada YouTube, kenapa masih repot-repot belajar mendongeng?”
Jawabannya sederhana: Hati. Lewat kegiatan lanjutan ini, kita makin sadar kalau tatapan mata anak-anak yang berbinar dan genggaman tangan mereka saat kita bercerita itu nggak bisa digantikan oleh layar HP secanggih apa pun. Bapak Bagong sudah membukakan pintu, dan sekarang giliran kita yang melangkah masuk ke dunia imajinasi itu.
Yuk, Terus Latihan!
Terima kasih buat teman-teman yang sudah meluangkan waktu sorenya di Sleman untuk belajar bareng. Elingo Jogja selalu terbuka buat kita kumpul-kumpul lagi dan asah kemampuan. Jangan sampai ilmunya “berdebu” karena nggak dipraktikkan, ya!
Sampai ketemu di sesi “Ngoceh” alias Ngobrol Cerita Hebat berikutnya!












Comments
Patrick D. Smith
Our daughter attended RainTrees for 2.5 years, the hardest thing was leaving when it was time to move on to ‘Big School’!. Kindori has such a lovely ‘feel’, it’s friendly and welcoming. type specimen book.
Patrick D. Smith
Our daughter attended RainTrees for 2.5 years, the hardest thing was leaving when it was time to move on to ‘Big School’!. Kindori has such a lovely ‘feel’, it’s friendly and welcoming. type specimen book.
Patrick D. Smith
Our daughter attended RainTrees for 2.5 years, the hardest thing was leaving when it was time to move on to ‘Big School’!. Kindori has such a lovely ‘feel’, it’s friendly and welcoming. type specimen book.